Bolehkah Menuntut Ilmu di Jejaring Sosial? Jejaring sosial saat ini sedang pesatnya berkembang. Untuk memanjakan penggunanya, berbagai macam kemudahan dan hal-hal yang menguntungkan netizen ditawarkan. Mulai dari Mode Gratis, jumlah karakter setiap status, postingan atau tweets diperbanyak, atau dark mode yang ditawarkan oleh WhatsApp dan lain sebagainya.

Terkait dengan judul tulisan ini, saya mencoba menggali dari berbagai sumber seputar fungsi dari jejaring sosial. Apakah hanya sekedar say hello, bernarsis ria, upload foto selfie, atau bermain jejaring sosial hanya untuk bermain game. Nah, untuk pertanyaan "Bolehkah Menuntut Ilmu di Jejaring Sosial?". Jawaban saya adalah, kenapa tidak boleh?
Bolehkah Menuntut Ilmu di Jejaring Sosial?
Ketahuilah, berbagai jejaring sosial atau istilah kerennya media sosial, kita tentunya banyak mendapatkan masukan-masukan yang positif dari pengguna lain. Dari setiap setiap status, postingan atau tweets yang gentayangan di beranda, beberapa di antaranya berisi Ilmu Pengetahuan.

Bolehkah Menuntut Ilmu di Jejaring Sosial?
Jika di Jejaring Sosial Twitter di kenal dengan istilah Thread atau Kultwit yang berisi sebuah cerita atau informasi yang berhubungan, atau di postingan status Facebook yang tidak dibatasi karakternya, di sana banyak orang-orang baik yang berbagi segala macam ilmu pengetahuan baik itu tentang politik, ekonomi, pencerahan isu-isu yang beredar dan lain sebagainya.

Intinya, tidak masalah kita menuntut ilmu di jejaring sosial. Hanya saja kita dituntut untuk tetap waras dan waspada karena banyak informasi-informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
(Article Source: Bolehkah Menuntut Ilmu di Jejaring Sosial?)
Previous Post Next Post