Skip to main content

Jokowi Terlibat Kasus Jiwasraya, Akh Masa?

Jokowi Terlibat Kasus Jiwasraya - Desas desus masalah yang melilit salah satu BUMN kita yakni Jiwasraya sebenarnya sudah lama terdengar. Hanya karena (mungkin) kita sibuk membela dan mendukung jagoan kita masing-masing yang bakal menuju Kursi Presiden beberapa waktu yang lalu yang menyebabkan kita kurang peka dengan isu ini.

Nah setelah Pilpres usai, isu Jiwasraya mulai mengambil peran. Mulai  menjadi topik-topik pembicaraan hingga menjadi topik yang heboh dan seksi belakangan ini. Bahkan tidak tanggung-tanggung, isu ini pun digoreng mengarah kepada Presiden Joko Widodo.
Jokowi Terlibat Kasus Jiwasraya
Adalah Said Didu, seorang mantan Sekretaris Kementerian BUMN Jaman SBY yang merasa heran dengan laporan keuangan Jiwasraya tahun 2017 dengan 2019. Menurutnya, pada tahun 2017, Jiwasraya memperoleh laba sebesar Rp. 2 trilyun, tapi kenapa pada laporan keuangan tahun 2019 malah defisit Rp. 32 trilyun? Bapak ini lantas mencurigai masalah di Jiwasraya timbul saat jaman Jokowi. Menurutnya, ada rekayasa keuangan yang menyebabkan defisit.

Dari pernyataan beliau, publik sontak ramai membahas masalah yang sedang melilit Jiwasraya ini. Ranah media sosial baik twitter maupun facebook dipenuhi dengan tulisan-tulisan tentang Jiwasraya. Ada yang provokatif ada pula yang mencerahkan.

Lalu, Apakah Presiden Jokowi Terlibat Kasus Jiwasraya?
Analisa kami untuk sementara adalah : TIDAK! Jokowi sama sekali tidak terlibat di dalam masalah Jiwasraya, meskipun Hary Prasetyo, direktur keuangan Jiwasraya sejak 2008 berada dalam lingkaran Jokowi. Justru karena beliau hebat dalam hal keuangan maka dia ditunjuk sebaga salah satu Staf Khusus Kepresidenan.

Yang aneh dari kasus ini adalah ketika mendapat laporan dari Jiwasraya bahwa terjadi defisit, DPR malah mendesak pemerintah untuk menyelamatkan Jiwasraya agar nasabah tidak dirugikan. DPR Ngotot Bentuk Pansus Jiwasraya. Untuk apa? Biar Bailout? Enak saja!

Menghadapi tekanan Bailout, Jokowi santai saja. Pengacara Negara yakni Jaksa Agung diperintahkan oleh Jokowi untuk mengusut tuntas kasus Jiwasraya. Secara Jiwasraya adalah BUMN yang mana negara adalah pemegng sahamnya. Tugas Jaksa Agung adalah menemukan unsur-unsur penipuan yang terjadi atas perusahaan yang sahamnya milik negara.

Logikanya, jika Joko Widodo alias Jokowi terlibat dalam masalah Jiwasraya, lalu kenapa dia perintahkan Jaksa Agung untuk mengusutnya? Jelas langkah ini membuat banyak orang kecewa, karena yang mereka inginkan hanya satu : Bailout Jiwasraya!

Salam...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->