Sebelum admin lanjutkan informasi sesungguhnya, admin mohon dengan segala kerendahan hati kepada segenap relawan, komunitas peduli kemanusiaan dan dinas terkait di daerah Tapanuli Selatan agar segera merapat. Anak-anak ini sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Miskin, Tiga Kakak Beradik di Tapanuli Selatan Terpaksa Makan Sabun
Awal melihat cerita memilukan ini di beranda facebook, kagetnya saya bukan kepalang. Miris mendengar kisah hidup mereka. Adalah tiga bocah kakak beradik yang berdiam di Desa Muara Tais II, Kecamatan Angkola Muara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, hampir setiap harinya mereka memakan sabun cuci untuk mengisi perut yang lapar. Hal ini terpaksa mereka lakukan lantaran tidak adanya bahan makanan yang bisa dimakan.

Ironisnya, spanduk Posyandu yang berisi himbauan untuk menambah umur, menambah berat badan dan bertambah sehat dengan gambar Ketua PKK terpajang gagah persis di halaman rumah Nenek Soriani Batubara seolah hanya menjadi hiasan belaka. Penghuni halaman rumah ini justru kelaparan.
Hidup Melarat, Kakak Beradik Ini Terpaksa Makan Sabun
foto by medanmerdeka.com
Ketiga bocah malangitu adalah Novri (9 tahun), Juliandi (7  tahun) dan Andika (4 tahun). Mereka diasuh neneknya, Soriani Batubara (80) di rumah sederhana berukuran 6x6 meter peninggalan almarhum suaminya. Sehari-hari mereka hanya berharap dari penghasilan Rosul (45) seorang pekerja serabutan. Bila ada orderan mencangkul dan membersihkan kebun, barulah ayah tiga anak ini membawa rezeki untuk makan keluarga. Itupun kalau ada, jika tidak dapur tidak mengepul.

Tidak jarang Nenek Soriani mendapatkan rezeki dari uluran tetangga hanya untuk sekedar makan untuk cucu-cucunya. Namun rezeki seperti ini tidak bisa didapatkan setiap hari, warga yang lain juga memiliki tanggungjawab masing-masing.

Terkait kebiasan memakan sabun cuci, sejumlah warga sudah sering mengingatkan mengingatkan kebiasaan ketiga bocah itu memakan sabun. Mereka juga sudah menasihati Novri agar melarang adik-adiknya agar tidak lagi makan sabun.

“Kalau mencuci di sungai, adik-adiknya makani sabun. Bahkan Novri juga. Ya terpaksa karena lapar, gak ada yang bisa dimakan,” sebut warga.
[sumber medanmerdeka.com]

Sekali lagi, admin mohon dengan segala kerendahan hati kepada segenap relawan, komunitas peduli kemanusiaan dan dinas terkait di daerah Tapanuli Selatan agar segera merapat. Anak-anak ini sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Post a Comment

Berkomentarlah Dengan Bijak. Jangan Out of Topic Ya

Previous Post Next Post